JAKARTA,– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat perang Iran yang mulai berdampak pada kondisi darurat energi di sejumlah negara tetangga, termasuk Filipina.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan ketat setiap hari sesuai instruksi Presiden untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.
Dalam keterangannya saat melakukan pengecekan ketersediaan energi, Bahlil menyampaikan bahwa stok BBM nasional, baik solar maupun bensin, saat ini berada pada level standar minimal 21 hingga 28 hari.
​”Alhamdulillah, kami dapat melaporkan bahwa stok energi kita, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik meskipun ada kondisi geopolitik di Timur Tengah,” ujar Bahlil dalam video yang diunggah di kanal YouTube MerdekaDotCom, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok global. Mengingat Indonesia masih mengandalkan impor untuk sekitar 50% bensin dan 70% Elpiji, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari berbagai negara untuk mengurangi ketergantungan pada wilayah yang terdampak konflik.
Selain memastikan sisi pasokan, Bahlil juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional. Ia mengimbau warga Indonesia untuk mulai menggunakan energi secara lebih bijak dan tidak boros.
​”Saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua. Mari kita memakai energi dengan bijak,” tambahnya.
Langkah penghematan ini dinilai krusial sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional menghadapi dinamika global yang sulit diprediksi. Pemerintah juga memastikan akan terus mengoptimalkan kilang-kilang minyak di dalam negeri guna memperkuat cadangan energi nasional di masa mendatang.
