SOPPENG – Sektor pariwisata di Kabupaten Soppeng menunjukkan performa yang sangat impresif pada periode libur Lebaran tahun ini. Destinasi andalan, Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, mencatatkan lonjakan kunjungan yang signifikan, membuktikan bahwa daya tarik alam pegunungan dan pemandian air panas alami masih menjadi primadona yang tak tergantikan bagi wisatawan domestik maupun regional.
Berdasarkan data rill yang terekam melalui sistem digital Dashboard Point of Sale (POS) di pintu masuk kawasan, tercatat sebanyak 4.334 pengunjung telah memadati area wisata hingga Minggu sore, 22 Maret 2026, pukul 17.00 WITA. Angka ini mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat yang memilih menghabiskan waktu libur panjang bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah.
Analisis Mobilitas Kendaraan
Kepadatan tidak hanya terlihat pada area pemandian, tetapi juga pada arus lalu lintas menuju kawasan. Tercatat volume kendaraan yang masuk mencapai:
- 513 unit kendaraan roda dua (motor).
- 465 unit kendaraan roda empat (mobil).
Angka mobilitas ini menunjukkan bahwa TWA Lejja mampu menarik segmen pasar yang luas, mulai dari kalangan muda hingga rombongan keluarga besar.
Strategi Manajemen dan Promosi Digital
Manajer TWA Lejja, Andi Zulqibral Yusari, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi pengelola dalam menjaga kualitas layanan serta optimalisasi promosi. “Sistem pencatatan internal kami menunjukkan minat masyarakat tetap stabil dan cenderung meningkat. Ini tidak terlepas dari pemanfaatan media digital dan jejaring informasi lokal yang efektif menjangkau calon wisatawan,” jelasnya.
Jika berkaca pada data tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6.000 pengunjung selama periode lebaran, capaian 4.334 orang dalam satu hari operasional ini menunjukkan potensi besar bagi Lejja untuk melampaui rekor kunjungan tahun lalu.
Kombinasi Alam dan Relaksasi Udara
pegunungan yang sejuk dipadukan dengan sensasi berendam di air panas alami yang mengandung belerang tetap menjadi nilai jual utama. Selain sebagai sarana rekreasi, banyak pengunjung yang datang untuk tujuan kesehatan (terapi), menjadikan Lejja sebagai destinasi multifungsi yang mendukung kesejahteraan masyarakat pasca-perayaan Idulfitri.Meskipun angka ini bersifat sementara dan masih akan diperbarui dalam rekapitulasi akhir, tren positif ini memberikan optimisme bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Soppeng di sektor pariwisata.
